Santabe Ncore Mena..Selamat Datang.
Welcome To My Private Home..Lembo Ade

Senin, 30 Juni 2014

1000 HARI, WAKTU INVESTASI KITA


             Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, yaitu SDM yang memiliki fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas. Bukti empiris menunjukkan bahwa hal ini sangat ditentukan oleh status gizi yang baik. Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 – 2014 telah memberikan arah pada Pembangunan Pangan dan Gizi dengan salah satu sasarannya adalah menurunkan prevalensi stunting (pendek) serendah-rendahnya 32%.

Ironisnya di satu sisi ada program perbaikan gizi kita yang mengalami peningkatan dan bolehlah dikatakan berhasil seperti kekurangan vitamin A pada balita tetapi masalah lain yang belum juga bisa diatasi seperti gizi kurang muncul lagi masalah baru yaitu stunting (pendek).



Pada tahun 2010 prevalensi anak stunting 35.6 %, artinya 1 diantara tiga anak kita kemungkinan besar pendek. Sementara prevalensi gizi kurang telah turun dari 31% (1989), menjadi 17.9% (2010). Dengan capaian ini target MDGs sasaran 1 yaitu menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi 15.5% pada tahun 2015 diperkirakan dapat dicapai. 

Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa 35,6% anak Indonesia “stunted”. Sebagai akibatnya, produktivitas individu menurun dan masyarakat harus hidup dengan penghasilan yang rendah.Stunting atau penurunan tingkat pertumbuhan pada manusia utamanya disebabkan oleh kekurangan gizi. Lebih jauh lagi, kekurangan gizi ini disebabkan oleh rusaknya mukosa usus oleh bakteri fecal yang mengakibatkan terjadinya gangguan absorbsi zat gizi. Dengan demikian, peningkatan cakupan sanitasi dan perilaku hygiene sebesar 99% dapat membantu menurunkan insiden diare sebesar 30% dan menurunkan prevalensi stuntingsebesar 2,4%.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa sanitasi buruk mengakibatkan beragam dampak negatif, baik bagi kesehatan, ekonomi maupun lingkungan. Saat ini, tantangan pembangunan sanitasi semakin berat dengan adanya temuan bahwa sanitasi buruk mengakibatkan sebagian besar generasi penerus bangsa terdiagnosa stunted. Sanitasi buruk dan air minum yang terkontaminasi mengakibatkan diare yang mengganggu penyerapan zat-zat gizi dalam tubuh. Akibatnya, anak-anak tidak mendapatkan zat gizi yang memadai sehingga pertumbuhannya terhambat

Penyebab Stunting
 
Menurut beberapa penelitian, kejadian stunted pada anak merupakan suatu proses kumulatif yang terjadi sejak kehamilan, masa kanak-kanak dan sepanjang siklus kehidupan. Pada masa ini merupakan proses terjadinya stunted pada anak dan peluang peningkatan stunted terjadi dalam 2 tahun pertama kehidupan.
Faktor gizi ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan penyebab tidak langsung yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dengan gizi kurang akan menyebabkan janin mengalami intrauterine growth retardation (IUGR), sehingga bayi akan lahir dengan kurang gizi, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Anak-anak yang mengalami hambatan dalam pertumbuhan disebabkan kurangnya asupan makanan yang memadai dan penyakit infeksi yang berulang, dan meningkatnya kebutuhan metabolic serta mengurangi nafsu makan, sehingga meningkatnya kekurangan gizi pada anak. Keadaan ini semakin mempersulit untuk mengatasi gangguan pertumbuhan yang akhirnya berpeluang terjadinya stunted (Allen and Gillespie, 2001).
Gizi buruk kronis (stunting) tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja seperti yang telah dijelaskan diatas, tetapi disebabkan oleh banyak faktor, dimana faktor-faktor tersebut saling berhubungan satu sama lainnnya. Terdapat tiga faktor utama penyebab stunting yaitu sebagai berikut :

  1. Asupan makanan tidak seimbang (berkaitan dengan kandungan zat gizi dalam makanan yaitu karbohidrat, protein,lemak, mineral, vitamin, dan air).
  2. Riwayat berat badan lahir rendah (BBLR),
  3. Riwayat penyakit

Fakta Tentang Balita Pendek !!!
 


Menurut laporan UNICEF (1998) beberapa fakta terkait stunted dan pengaruhnya antara lain sebagai berikut :

  • 1.      Anak-anak yang mengalami stunted lebih awal yaitu sebelum usia enam bulan, akan mengalami stunted lebih berat menjelang usia dua tahun. Stunted yang parah pada anak-anak akan terjadi deficit  jangka panjang dalam perkembangan fisik dan mental sehingga tidak   mampu untuk belajar secara optimal di sekolah, dibandingkan anak- anak dengan tinggi badan normal. Anak-anak dengan stunted cenderung lebih lama masuk sekolah dan lebih sering absen dari sekolah dibandingkan anak-anak dengan status gizi baik. Hal ini memberikan  konsekuensi terhadap kesuksesan anak dalam  kehidupannya dimasa yang akan datang.
    2. Stunted akan sangat mempengaruhi kesehatan dan perkembanangan anak. Faktor dasar yang menyebabkan stunted dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan intelektual. Penyebab dari stunted adalah bayi berat lahir rendah, ASI yang tidak memadai, makanan  tambahan yang tidak sesuai, diare berulang, dan infeksi pernapasan. Berdasarkan penelitian sebagian besar anak-anak dengan stunted mengkonsumsi makanan yang berada di bawah ketentuan  rekomendasi kadar gizi, berasal dari keluarga miskin dengan jumlah keluarga banyak, bertempat tinggal di wilayah pinggiran kota dan komunitas pedesaan.
    3.  Pengaruh gizi pada anak usia dini yang mengalami stunted dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang  kurang. Anak stunted pada usia lima tahun cenderung menetapsepanjang hidup, kegagalan pertumbuhan anak usia dini berlanjut pada masa remaja dan kemudian tumbuh menjadi wanita dewasa yang stunted dan mempengaruhi secara langsung pada kesehatan dan produktivitas, sehingga meningkatkan peluang melahirkan anak  dengan BBLR. Stunted terutama berbahaya pada perempuan, karena lebih cenderung menghambat dalam proses pertumbuhan dan berisiko lebih besar meninggal saat melahirkan.
      

Kenapa 1000 Hari ?
 



1000 hari pertama dalam kehidupan anak merupakan saat yang sangat menentukan. 1000 hari pertama dalam kehidupan anak dimulai sejak masa kehamilan (9bulan/270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Masa ini juga sering dikenal dengan masa kritis pertumbuhan anak. Karena pada masa inilah otak, psikologi dan motorik berkembang dengan pesat. Pada periode kehidupan ini sel-sel otak tumbuh sangat cepat sehingga saat usia 2 tahun pertumbuhan otak sudah mencapai lebih 80% dan masa kritis bagi pembentukan kecerdasan. Oleh karena itu jika pada usia ini kekurangan gizi maka perkembangan otak dan kecerdasan terhambat dan tidak dapat diperbaiki. Stunting (pendek) merupakan akibat dari kekurangan gizi yang berulang dalam waktu lama pada masa janin hingga 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Pola makan bergizi seimbang, dan beraneka ragam sangat diperlukan dalam bentuk pemberian ASI dan MP-ASI yang benar.
Sekilas kebutuhan gizi yang wajib kita persiapkan menghindari anak menjadi stunting (pendek) dan kekurangan gizi  :


Kebutuhan gizi masa hamil 
 
Pada Seorang wanita dewasa yang sedang hamil, kebutuhan gizinya dipergunakan untuk kegiatan rutin dalam proses metabolisme tubuh, aktivitas fisik, serta menjaga  keseimbangan segala proses dalam tubuh. Di samping proses yang rutin juga diperlukan energi dan gizi tambahan untuk pembentukan jaringan baru, yaitu janin, plasenta, uterus serta kelenjar mamae. Ibu hamil dianjurkan makan secukupnya saja,  bervariasi sehingga kebutuhan akan aneka macam zat gizi bisa terpenuhi. Makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah makanan yang mengandung zat pertumbuhan atau pembangun yaitu protein, selama itu juga perlu tambahan vitamin dan mineral untuk membantu proses pertumbuhan itu.
Pada kehamilan trimester pertama umur kehamilan 0-3 bulan umumnya timbul keluhan-keluhan seperti rasa mual, ingin muntah, pusing-pusing, selera makan berkurang sehingga timbul kelemahan dan malas beraktivitas. Agar kecukupan zat-zat gizi terpenuhi dapat diperhatikan hal-hal seperti berikut:
- Makanan hendaknya dipilih yang mudah dicerna. Buah-buahan segar dan sayuran hijau biasanya dapat mengurangi rasa mual.
- Posi makanan sedikit, tetapi dengan frekuensi sering. Bila kurang selera makan nasi, dapat diganti dengan kentang, macaroni, mie atau jajanan lain yang bergizi.
Pada trimester kedua mulai dibutuhkan tambahan kalori untuk pertumbuhan serta perkembangan janin serta untuk mempertahankan kesehatan si ibu. Pada saat ini muntah sudah berkurang atau tidak ada, nafsu makan bertambah, perkembangan janin sangat pesat bukan saja tubuhnya tetapi juga susunan saraf otak (kurang lebih 90%). Oleh karena pertumbuhan janin yang pesat di mana jaringan otak menjadi perhatian utama maka ibu hamil memerlukan protein dan zat gizi lain  seperti kalsium dan galaktosa yang ada pada susu sehingga dianjurkan untuk minum susu 400 cc (2 gelas). Namun selain susu, bahan makanan lain yang kaya akan protein dan kalsium antara lain : kacang-kacangan, ikan teri, dan belut.   Trimester ketiga, pada saat ini nafsu makan sudah baik sekali cenderung untuk merasa lapar terus menerus sehingga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kegemukan.

Kebutuhan Gizi Ibu  saat Menyusui
 
Jumlah makanan untuk ibu yang sedang menyusui lebih besar dibanding dengan ibu hamil, akan tetapi kualitasnya tetap sama. Pada ibu menyusui diharapkan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berenergi tinggi, seperti diisarankan untuk minum susu sapi, yang bermanfaat untuk mencegah kerusakan gigi serta tulang. Susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan flour dalam ASI. Jika kekurangan unsur ini maka terjadi pembongkaran dari jaringan (deposit) dalam tubuh tadi, akibatnya ibu akan mengalami kerusakan gigi. Kadar air dalam ASI sekitr 88 gr %. Maka ibu yang sedang menyusui dianjurkan untuk minum sebanyak 2–2,5 liter (8-10 gelas) air sehari, di samping bisa juga ditambah dengan minum air buah.

Kebutuhan Gizi Bayi 0 – 12 bulan
 
Pada usia 0 – 6 bulan sebaiknya bayi cukup diberi Air Susu Ibu (ASI). ASI adalah makanan terbaik bagi bayi mulai dari lahir sampai kurang lebih umur 6 bulan. Menyusui sebaiknya dilakukan sesegara mungkin setelah melahirkan. Pada usia ini sebaiknya bayi disusui selama minimal 20 menit pada masing-masing payudara hingga payudara benar-benar kosong. Apabila hal ini dilakukan tanpa membatasi waktu dan frekuensi menyusui,maka payudara akan memproduksi ASI sebanyak 800 ml bahkan hingga 1,5 – 2 liter perhari. Jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi usia 0 – 6 bulan. Pada usia 6 – 11 bulan, ASI tetap dilanjutkan ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). MP-ASI harus mengandung sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Maka dari itu perlu ditambahkan aneka ragam bahan makanan. Pada usia 10 - 12 bulan, ASI tetap diberikan. Bayi mulai diperkenalkan makanan keluarga secara bertahap. Karena merupakan makanan peralihan ke makanan keluarga, maka bentuk dan kepadatan nasi tim harus diatur secara berangsur, mendekati bentuk kepadatan makanan keluarga.

Kebutuhan Gizi Anak 1 – 2 tahun
Ketika memasuki usia 1 tahun, laju pertumbuhan mulai melambat tetapi perkembangan motorik meningkat, anak mulai mengeksplorasi lingkungan sekitar dengan cara berjalan kesana kemari, lompat, lari dan sebagainya. Namun pada usia ini anak juga mulai sering mengalami gangguan kesehatan dan rentan terhadap penyakit infeks seperti ISPA dan diare sehingga anak butuh zat gizi tinggi dan gizi seimbang agar tumbuh kembangnya optimal. Pada usia ini  ASI tetap diberikan.  Pada masa ini berikan juga makanan keluarga secara bertahap sesuai kemampuan anak. Variasi makanan harus diperhatikan. Makanan yang diberikan tidak menggunakan penyedap, bumbu yang tajam, zat pengawet dan pewarna. dari asi karena saat ini hanya asi yang terbaik untuk buah hati anda tanpa efek samping.
 
Jika Kejadian Stunting dan gizi kurang ini terjadi dalam waktu yang lama, kenapa tidak kita cegah dari awal? 
 
Sehingga pada akhirnya bukan hanya pada ibu hamil dan anak balita sebelum 2 tahun fokus kita semua tetapi bagaimana kita mempersiapkan generasi muda kita, remaja putri kita sebagai calon ibu dengan mempersiapkan kebutuhan gizinya baik kebutuhan gizi makro maupun mikronya. Tentunya ini bisa dilakukan dengan tidak henti-hentinya memberikan banyak peningkatan pengetahuan, penyuluhan, konseling, dan promosi tentang makanan yang bergizi, pola asuh, PHBS, dsb melalui lembaga pendidikan, posyandu, kegiatan kemasyarakatan, dan kegiatan lainnya.
 
Salam Indonesia Sehat
 

 
 

Kamis, 24 Oktober 2013

5 Pertanyaan

Terilhami dari sebuah bacaan menggiring diri sendiri untuk berpikir,merenung, dan menata diri sehingga pada akhirnya memunculkan 5 Pertanyaan yang hanya Allah yang maha segalanya yang mampu menjawabnya. Tapi meskipun tidak ada manusia yang mampu menjawabnya, yang aku tau bahwa dalam 5 pertanyaan itu mengandung 5 pertanyaan dari manusia lain (yang mungkin saja memiliki pertanyaan yang sama) yang berkaitan atau tidak pasti saling mempengaruhi kehidupannya.
Aku menulis ini bukan untuk menyesali diri tapi sebagai upaya pencarian diri untuk mencapai diri yang lebih baik yang bermanfaat bagi sesama..itu saja ngga lebih (target kehidupanku saat ini semakin mengecil setelah melalui banyak hal yang rumit)

Question 1
Kenapa aku dilahirkan?
jawaban sederhana yang muncul di benakku...sebagai penerus keturunan dari keluarga besar Ibrahim. itu saja ngga lebih.pertanyaan ini muncul sejak aku belia,yang lahir dari cara aku dibesarkan (apa karena perempuan satu2nya dalam keluarga sehingga aku harus lebih banyak mengalah pada yang lain, aku lebih banyak diminta untuk bersabar, dan aku tumbuh sendiri tanpa panutan berarti)
Tetapi di atas segalanya ada jawaban yang maha baik dan tidak butuh untuk kumengerti.

Question2
Kenapa aku tidak bisa memilih untuk memiliki ortu seperti apa?
lagi-lagi aku ngga punya jawaban yang mudah untuk kupahami. berbagai hal yang terjadi jauh sebelum aku dilahirkan kemungkinan bisa membuat aku paham. tapi bagaimanapun bentuk perlakuan dari orang-orang yang kusebut mama dan bapak..aku patut mensyukuri bahwa aku dibiarkan hidup tanpa kekurangan dan mendapatkan pendidikan yang layak.itu saja lebih dari cukup

Question3
Kenapa aku ngga memiliki saudara biologis perempuan?
penjelasan dari pertanyaan di atas hanya mampu di jawab oleh Sang Maha Tahu..Allah Subhanallahu wa ta'ala.,,tapi karena aku manusia yang hanya bisa berandai..seandainya perempuan lain itu ada selain mama dapat kupanggil sebagai kakak atau adik..pasti akan lebih menyenangkan.tidak perlu menghabiskan diri untuk mengurung diri di kamar sendirian..menhabiskan hari sampai siaran TV berakhir.banyak hal yang bisa dibagi tentunya.terutama ketika melewati menstruasi pertama tanpa ketakutan sendirian...betul-betul pencapaian pubertas yang tidak menyenangkan. Memiliki 2 saudara laki-laki yang kupanggil Abang dan Adik sama saja ngga pernah memiliki saudara.

Question4
Kenapa "Laki-Laki" itu tidak dipilih sebagai jodohku?
Semakin kudalami pertanyaan ini,,,semakin kurasakan luka itu makin berdarah..hanya karena 3 kata itu tidak pernah terlontar di mulut kami berdua dan takdir itupun berubah.Kami menjalani kehidupan yang berbeda dengan pertanyaan yang masih tertancap kuat dalam benak kami..kenapa? sedangkan tidak ada yang menghalangi perasaan kami berdua, sedangkan kami berdua memiliki rasa yang sama, sedangkan..sedangkan  dan sedangkan...dan akhirnya mulutku mengeluarkan kata seandainya..tentu hidup yang kujalani saat ini tidak akan sulit, tidak menjalani sesuatu yang bukan diriku, lebih bisa menikmati hidupku sebagai manusia tentunya..Tuhan menulis pertanyaan ke-4 ini makin membuat hidupku menyedihkan dan hatikupun ikut sedih..mungkin nanti Allah akan memberiku jawaban yang maha indah.

Question5
Kenapa "penyakit" ini menyerang tubuh aku?
pertayaan kelima ini muncul dalam 2 minggu ini. berbagai pertanyaan penghakiman yang kulontarkan tanpa tahu malu pada yang Maha itu...kenapa harus aku?kenapa?..makin kutanyakan makin memunculkan rasa malu dan kesadaran diri..bahwa ini sebagai penebusan. bahwa banyak hal yang tidak kusukuri dan akhirnya memunculkan rasa sombong dan perilaku yang tidak "senonoh" (God..Forgive me with this)
sehingga seandainya bisa aku ngga pengen menanyakan ini lagi..aku menerima ini sebagai bentuk kasih-Nya padaku..terima kasih Tuhan

Dan pada akhirnya di atas segala pertanyaan-pertanyaanku,..hanya 1 yang harus kuingat "apapun yang kamu pikirkan tentang takdir Tuhan padamu, selalu ingat 1 hal KETIKA KAMU MERASAKAN KEHIDUPAN YANG PENUH KESENANGAN SELALU INGATKAN DIRIMU UNTUK TETAP MENGANGKAT KEPALAMU KE ATAS, BAHWA SEGALA KEGEMBIRAAN YANG KAMU DAPATKAN BERASAL DARI YANG MAHA SEGALANYA HINGGA TIDAK TUMBUH SOMBONG DAN CONGKAK, TETAPI KETIKA ADA KALANYA KESEDIHAN,BENCANA,DERITA MENERPA SELALU BAWA KEPALAMU UNTUK MELIHAT KE BAWAH AGAR KAMU TAU BAHWA DERITA YANG KAMU MILIKI SEKARANG TIDAK ADA APA-APANYA DENGAN DERITA ORANG LAIN YANG MUNGKIN SAJA MELEBIHI DARI YANG KAMU RASAKAN..buku ini menjadi penguatku dalam beberapa hari terakhir ini..aku ngga perlu lagi banyak berkeluh kesah dan berkata "Why does it happen to me?Why me?..Tuhan maha tau apa yang terbaik buat umatnya.TERIMA KASIH BUAT SEGALANYA TUHAN..

Last October, 2013
 

Rabu, 03 Juli 2013

ANTARA LIDAH, PERKATAAN, DAN PERBUATAN


Berbicara. Sungguh sebuah kosa kata yang sederhana. Setiap hari kita mengucapkan kata-kata, sehingga sama sekali tidak ada hal yang menarik untuk dibahas. Tetapi, mengapa ada orang yang dibayar hingga puluhan juta rupiah untuk berbicara selama satu atau dua jam saja? Ada orang yang dicintai karena perkataan-perkataannya. Dan ada orang yang dibenci karena ucapan-ucapannya. Oleh sebab itu, kesederhanaan dibalik makna 'berbicara' pastilah memiliki keistimewaan yang layak untuk kita renungkan.

Berbicara bukanlah sekedar keterampilan memainkan lidah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Melainkan juga menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, juga mempengaruhi orang lain. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar berbicara secara efektif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:

1. Berbicaralah yang baik, atau diam saja.
Sungguh beruntung orang-orang yang dapat menjaga lidahnya untuk tetap diam, daripada mereka yang rajin mengucapkan perkataan yang tidak memiliki manfaat apa-apa. Resiko tertinggi orang yang diam adalah 'disebut orang pasif'. Sedangkan resiko terrendah bagi orang yang banyak bicara adalah disebut 'orang yang banyak omong'. Manfaat terbesar bagi orang yang diam adalah 'tidak dibenci oleh orang lain'. Sedangkan manfaat terbesar bagi orang yang berbicara adalah; 'pahala yang mengalir atas kata-katanya yang baik'. Maka berbicaralah yang baik-baik karena pahala kebaikannya sangat besar. Atau kalau tidak bisa mengucapkan perkataan yang baik, maka sebaiknya ya diam saja.

2. Selaraskanlah antara perkataan dengan perbuatan.
Perhatikan orang-orang yang tidak selaras antara perkataannya dengan perbuatannya. Betapa banyak contoh orang seperti itu dihadapan Anda. Dan Anda tahu betul bahwa orang lain sudah tidak lagi mempercayai mereka. Ketika seseorang mengatakan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain, namun dirinya sendiri berperilaku sebaliknya; maka orang tidak lagi mempercayai kata-katanya. Karena ketidakselarasan menyebabkan hilangnya kepercayaan. Jagalah keselarasan antara perkataan dan perbuatan, maka Anda akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang disekitar Anda.

3. Gunakanlah perkataan untuk mengajari diri sendiri.
Orang-orang yang terlalu banyak berbicara – saya, misalnya – memiliki kecendrungan untuk mengajari atau mengajak orang lain melalui perkataan yang yang diucapkannya. Sayangnya sering lupa untuk mengajari diri sendiri. "Jujurlah!" katanya. Tetapi dia sendiri tidak jujur. Ini menandakan bahwa dia gagal mengajari dirinya sendiri. Motivasi saya saat mengatakan sesuatu adalah mengajari diri sendiri. Ternyata sangat berat untuk belajar sendirian, makanya saya membagi pelajaran bersama orang-orang yang saya cintai. Itulah sebabnya sambil mengajari diri sendiri, saya berbagi pelajaran itu dengan Anda.

4. Tebuslah perkataan dengan pendengaran.
Ada ruginya juga memposisikan diri sebagai orang yang paling banyak berbicara. Kita sering tidak sempat mendengar perkataan orang lain. Boleh jadi perkataan kita bukanlah hal terbaik dalam satu urusan tertentu. Namun karena kita tidak bersedia mendengarkan perkataan orang lain; maka kita kehilangan pelajaran berharga. Sungguh beruntunglah orang yang selain berbicara, dia juga bersedia mendengar. Selain ilmunya bisa memberi manfaat kepada orang lain, dia sendiri bisa menarik manfaat dari pelajaran yang ditebarkan oleh orang lain.

5. Yakinlah jika setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.
Kita sering mengira bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita akan menguap begitu saja. Kenyataannya perkataan yang kita ucapkan beberapa tahun lalu, masih diingat oleh orang lain. Sungguh beruntung jika kata-kata itu baik. Namun sungguh rugi kita jika kata-kata itu buruk. Setiap kata yang baik, menghasilkan pahala yang baik. Namun, setiap perkataan buruk pasti akan dibalas dengan imbalan yang juga buruk. Bahkan, guru spiritual saya mengatakan; "Betapa besarnya murka Tuhan kepada orang yang mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan perbuatannya." Maka yakinlah, setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.

Keterampilan berbicara bukanlah monopoli mereka yang berprofesi sebagai pembicara publik. Setiap orang patut memiliki keterampilan berbicara yang baik. Satu hal yang perlu diingat adalah; berbicara tidak selalu berarti mengucapkan sesuatu dengan lidah kita, Melainkan juga menunjukkan tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita bisa berbicara dengan nyaring, namun perbuatan kita berbicara lebih nyaring dari kata-kata yang diolah oleh lidah kita...

terima kasih untuk sista's di manapun berada...

yg telah meluangkan waktunya utk membaca artikel kami ini...

Minggu, 30 Juni 2013

CHILDREN ARE OUR SOUL




                                            
 We are guilty of many errors and many faults,
but our worst crime is abandoning the children,
neglecting the fountain of life.

Many of the thing we need can wait,
the child can not.

Right now is the time,
his bones are being formed,
his blood being made, and
his sense are being developed.

To him we can not answer tomorrow,
his name is TODAY!!!!

Selasa, 25 Juni 2013

Sepotong hati itu...



Sepotong hati itu..
Yang hadir di saat pikiran sedang kosong
Yang menyeruak di kala hati sedang lengah
Yang mengisi hari-hari sendiri dan memunculkan rasa nyaman
Bicara dengannya
Berbagi banyak hal
Bertukar pikiran hal-hal yang remeh
Mengomentari sesuatu dan akhirnya tertawa bersama
Semua menjadi indah dan dekat
Sepotong hati itu..
Yang memaksa hadir walau kularang
Ketika rasa nyaman menyeruak
Ketika semua tidak lagi pada tempatnya
Ketika semua yang dirasa indah tetapi pada akhirnya salah
Sepotong hati itu..
Yang mundur dikala hati sudah terkepung binarnya
Yang menghilang ketika semua menjadi terasa nyaman
Yang diam ketika gundah semakin memuncak
Sepotong hati itu..
Mengapa hadir jika harus menghilang tanpa suara
Mengapa pergi ketika perasaan indah itu masih memenuhi kalbu
Mengapa diam ketika kubutuh suaranya untuk bicara
Sepotong hati itu..
Jika akhirnya ini diakhiri…
Jika akhirnya rasa itu tidak ada artinya..
Bicaralah..
Agar aku bisa melepasmu dengan ikhlas
Agar aku bisa menerima kenyataan ini dengan dewasa
Agar aku bisa tetap mengenangmu dalam diam
Agar aku bisa tetap mengingatmu dalam doa
Agar yang ada padamu tetap indah di rasaku
Sepotong hati itu..
Aku akhirnya menyayangimu walau ini tidak lagi pada tempatnya
Sepotong hati itu..
Pergilah..jika ini baik untuk aku
Sepotong hati itu..
Akhirnya…semua memang harus berakhir dalam diam
Dan Yang tersisa hanyalah luka
Sepotong Hati itu…

The last of June 2013

Senin, 06 Mei 2013

SEMANGAT PEMBERIAN ASI HARUS TERUS DIKAMPANYEKAN!!!

Terilhami dari pertanyaan seorang teman,,,kenapa sih harus ada kampanye ASI EKSLUSIVE?menurut dia ASI itu dah lumrah diberikan oleh seorang ibu pada anaknya,,tanpa dikampanyekanpun perempuan-perempuan yang menyebut diri mereka IBU pasti secara naluri akan memberikan ASI nya..(aku sempat miris dengernya,temanku ini sungguh naïf rupanya karena dia memberikan ASI pada bayinya secara ekslusive dengan alasan NALURI KEIBUANNYA sehingga dia mengganggap perempuan lain juga akan memiliki naluri yang sama seperti dirinya)
padahal pada kenyataannya….
Belum semua tau bahwa ASI Ekslusive selama 6 bulan pertama itu TIDAK memberikan tambahan air putih ketika bayinya habis menyusui, tidak memberikan air ketika bayinya cegukan, TIDAK memberi tambahan makanan lain (nasi, buah,madu APALAGI susu formula) TIDAK SAMA SEKALI,,NOT ET ALL!!! 

Belum semua masyarakat sadar bahwa ASI ternyata BISA DIPERAH DAN DISIMPAN (alasannya kaya sapi aja pake diperah dan apa ngga BASI tuh ASI nya?teriak salah satu teman kantorku waktu kuceritakan kalo aku ninggalin si kecil dengan susu perahan yang kusimpan di kulkas n kusimpan juga di suhu kamar supaya bisa langsung diminum anakku 1 jam kemudian)
Dan ternyata belum semua masyarakat juga tau terutama bagi ibu-ibu yang bekerja kalau meskipun mereka bekerja seharian,mereka tetap bisa menyusui bayi mereka tanpa susu formula dengan ASI PERAH dan TEKNIK PENYIMPANAN ASI PERAH

IRONISNYA..Belum semua orang peduli dan waspadai betapa BAHAYANYA jika bayi dibawah 6 bulan sudah diberikan MP-ASI terlalu dini, belum semua paham bagaimana ASI diproduksi dan apa saja yang bisa mempengaruhi produksi ASI.

IRONISNYA lagi..banyak ibu-ibu muda yang baru melahirkan sudah duluan yakin bahwa ASI nya tidak cukup dan lebih mencari gampangnya dengan memberi susu formula. Belum semua orang percaya dan meyakini bahwa ASI ternyata LEBIH BAIK DARIPADA SUSU FORMULA

LEBIH IRONISNYA LAGI…TERNYATA ORANG-ORANG LEBIH MEMILIH MEMBERI SUSU FORMULA  yang notabene harganya sungguh fantastis DENGAN ALASAN GENGSI, SUPAYA STATUS KEHIDUPANNYA LEBIH TINGGI, dan ngga pengen repot meski ASInya berjubel banyaknya(alasan yang terakhir yang terkadang bikin aku sedikit naik darah..NGAPAIN PUNYA ANAK KALO NGGA PENGEN REPOT?)

padahal terlepas dari alasan-alasan ironis itu…

“ANAK-ANAK KITA YANG MASIH BAYI MEMILIKI HAK UNTUK MENDAPATKAN MAKANAN YANG TERBAIK UNTUK HIDUPNYA, DAN YANG TERBAIK ITU TIDAK LAIN DAN TIDAK BUKAN ADALAH ASI (AIR SUSU IBU)”

Tugas kita sebagai ibu adalah menyediakan makanan terbaik itu terlepas dari alasan-alasan ironis itu.
In the end, pada kenyataannya TIDAK SEMUA orang MAU belajar tentang ASI.

Inilah satu alasan, kenapa saya sukaaa sekali berbagi tentang ASI. (karena anak pertama saya lulus ASI malah ampe 3 tahun (6 bulan ekslusive) ditambah 2 tahun 6 bulan..bangga karena sebagai ibu bekerja tentu ini sebuah perjuangan yang ngga mudah tetapi ternyata BISA KARENA KITA MAU, KARENA IKHLAS SEMUA JADI DIMUDAHKAN.